Kryo Lipolyza

blognya kryo

×

Category: Kesehatan

Apakah Alat Pendeteksi Kesuburan Wanita Berfungsi Untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan?

Banyak wanita kesulitan untuk tahu waktu masa suburnya. Hal ini penting untuk memudahkan rencana kehamilan lebih dini. Untuk mengetahuinya, maka diperlukan alat pendeteksi kesuburan wanita terbaik untuk tahu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri agar hamil lebih mudah. Kapan Masa Subur Wanita Itu? 

Biasanya masa subur ini terjadi saat para wanita mengalami proses ovulasi yaitu sel telur dilepaskan dari indungnya pada saluran tuba falopi. Ini berarti sel-sel telur tersebut sudah sangat siap untuk dibuahi oleh sperma. Masa subur wanita ini biasanya terjadi 10 sampai 14 hari sebelum haid tiba. Tetapi, syarat ini hanya berlaku untuk para wanita yang memiliki siklus haid teratur yaitu 28 hari. Bagi wanita yang memiliki siklus haid tak teratur, akan cukup sulit untuk mendeteksi masa suburnya. Oleh karena itu, diperlukan alat pendeteksi kesuburan bagi wanita agar tahu kapan ovulasi akan terjadi di tiap bulannya.

Cara Mendeteksi Tingkat Kesuburan dengan Alat Pendeteksi Kesuburan Wanita

Ada beberapa jenis alat pendeteksi kesuburan wanita yang bisa dipilih. Beberapa alat tersebut berguna untuk mengetahui masa subur wanita tersebut. Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan. 

  1. Ovulation Test Pack 

Cara yang pertama ini cukup mudah dilakukan. Anda bisa memakai ovulation test pack untuk mendeteksi tingkat kesuburan. Alat tes subur ini cukup mudah digunakan karena Anda cukup meneteskan urine pada alat ini. Alat ini berguna untuk melihat perubahan hormon luteinizing di dalam air kencing. Bila produksi hormon tersebut meningkat, ini berarti masa kesuburan atau ovulasi akan tiba. Ini menjadi waktu tepat untuk berhubungan seksual dengan suami agar cepat hamil. Alat tes kesuburan ini efektif untuk mengetahui kapan waktu subur para wanita yakni mencapai 99 persen. Memang sangat akurat sekali tetapi alat ini tak bisa dipakai untuk para wanita yang memiliki sindrom terkait hormon dan ovarium polikistik karena bisa mempengaruhi tingkat hormon luteinizing tersebut. 

  1. Lendir Serviks 

Cara kedua ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lendir serviks. Lendir serviks ternyata akan berubah dengan sendirinya saat sel telur dilepaskan. Adanya perubahan ini dikarenakan hormon yang mengatur proses ovulasi pada wanita. Saat sel-sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma, maka kondisi lendir serviks jauh lebih elastis, licin, transparan, dan layaknya keputihan. Bisa dibilang teksturnya seperti putih telur. Perubahan lendir serviks ini sangat sulit dideteksi oleh beberapa wanita. Anda bisa mengeceknya dengan memakai tisu dengan ditempelkan di sekitar vagina. Bila Anda mendapati tak ada lendir, berarti Anda tidak sedang dalam masa subur. 

  1. Pengukuran Suhu Basal 

Langkah terakhir adalah dengan melakukan pengukuran suhu basal. Ini adalah suhu tubuh yang terjadi saat Anda beristirahat. Untuk melakukan pengukuran ini, maka Anda bisa memakai termometer dengan alat pengukur suhu basal. Kemudian, pakailah termometer itu saat Anda bangun tidur. Suhu normal wanita yang sedang subur biasanya berkisar 36.7 sampai 37.5 derajat Celcius. Untuk memperoleh hasil yang tepat dan akurat, maka Anda bisa memakai alat pendeteksi kesuburan wanita ini tiap hari saat sedang haid.